Tampilkan postingan dengan label hewan dilindungi. Tampilkan semua postingan
09 Juni 2015
Komodo Varanus Komodoensis
Hewan dengan nama ilmiah Varanus komodoensis atau kadal komodo adalah spesies kadal terbesar didunia dengan panjang rata-rata yaitu 2-3 meter. Hewan yang hanya hidup di Indonesia ini adalah salah satu hewan yang dilindungi karena termasuk salah satu spesies hewan yang terancam punah. Jumlah komodo yang ada diperkirakan tinggal berjumlah sekitar 4000-5000 ekor.
![]() |
| Komodo atau sering disebut Naga Komodo |
Komodo sendiri hidup di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Sili Dasami. Pulau Komodo sendiri telah ditetapkan menjadi Taman Nasional dengan nama Taman Nasional Komodo.
Komodo bereproduksi dengan cara bertelur. Perkawinan komodo terjadi antara bulan Mei dan agustus. Telur-telur yang dihasilkan dari perkawinan tersebut nantinya akan diletakkan dilubang-lubang sarang sampai menetas. Telur tersebut akan menetas sekitar 7 bulan.
Komodo adalah salah satu spesies pemakan daging (bangkai) atau disebut karnivora. Mereka berburu mangsa dengan mengandalkan racun atau lebih tepatnya air liur yang dipenuhi dengan banyak bakteri yang sangat mematikan. Mereka memakan semua jenis bangkai yang ada, bahkan mereka akan memakan jenis mereka sendiri (kanibal) jika kekurangan pangan.
08 Juni 2015
Bivalvia Hewan Yang Dilindungi
Bivalvia adalah kelompok hewan yang termasuk dalam kelas moluska mencakup semua kerang yang mempunyai sepasang cangkang. Moluska sendiri merupakan salah satu kelas dalam kelompok hewan Invertebrata.
Di Indonesia ada beberapa hewan yang termasuk dalam Bivalvia yang mendekati kepunahan. Beberapa nama hewan tersebut antara lain:
| Nama Ilmiah | Nama Lain |
| Birgus latro | Ketam kelapa |
| Cassis cornuta | Kepala kambing |
| Charonia tritonis | Triton terompet |
| Hippopus hippopus | Kima tapak kuda, Kima kuku beruang |
| Hippopus porcellanus | Kima Cina |
| Nautilus popillius | Nautilus berongga |
| Tachipleus gigas | Ketam tapak kuda |
| Tridacna crocea | Kima kunia, Lubang |
| Tridacna derasa | Kima selatan |
| Tridacna gigas | Kima raksasa |
| Tridacna maxima | Kima kecil |
| Tridacna squamosa | Kima sisik, Kima seruling |
| Trochus niloticus | Troka, Susur bundar |
| Turbo marmoratus | Batu laga, Siput hijau |
sumber referensi: PP No. 7 tahun 1999, Wikipedia, dan sumber lain yang relefan.
Anthozoa
![]() |
| Gambar: Anthozoa |
Anthozoa adalah kelas dari anggota Invertebrata (hewan tak bertulang belakang) yang termasuk dalam filum Cnidaria. Anthozoa berarti hewan yang bentuknya seperti bunga atau hewan bunga, yang meliputi anemon laut serta hewan-hewan karang. Anthozoa hidup sebagai polip.
Tubuh Anthozoa berbentuk silinder pendek. Pada salah satu ujungnya terdapat mulut berupa celah yang dikelilingi oleh tentakel yang mengandung nematosista. Ujung yang lain berupa lempeng untuk melekatkan diri pada suatu dasar. Di bawah mulut terdapat kerongkongan yang disebut stomodeum. Sepanjang stomodeum, pada satu sisi atau pada kedua sisi terdapat saluran sempit yang bersilia dan disebut sifonoglifa yang merupakan alat pernapasan yang paling sederhana. Di bawah stomodeum terdapat rongga gastrovaskuler yang terbagi menjadi ruang-ruang kecil oleh sekat-sekat yang berasal dari dinding kerongkongan. Pada sekat ini terdapat nematosista yang mengeluarkan racun untuk melumpuhkan mangsanya. Makanannya berupa udang-udangan kecil dan invertebrata lain.
Hewan ini di Indonesia merupakan salah satu hewan yang dilindungi. Hal tersebut dikarenakan pengrusakan laut yang membabibuta yang mengancam kelangsungan hidup Anthozoa.
Referensi:
- Daftar hewan yang dilindungi (PP No. 7 tahun 1999)
- http://anthozoa.info/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Anthozoa/
Ikan Yang Dilindungi Di Indonesia
Banyaknya perburuan hewan dan
perdagangan yang terjadi hampir tiap hari, menyebabkan berkurangnya
jumlah hewan yang berada dihabitatnya. Ada sebagian jenis hewan yang
bahkan hampir punah bahkan ada yang sudah punah. Untuk itu dengan
adanya PP No. 7 tahun 1999 diharapkan bisa menghentikan tindakan yang
kurang bertanggung jawab tersebut, bahkan kalau bisa sampai meniadakan
tindakan yang memburu hewan dan memperdagangkan hewan yang hampir punah
tersebut.
Daftar dibawah ini merupakan hewan Ikan yang dinyatakan dilindungi di indonesia:
| Nama Ilmiah | Nama Lain |
| Homaloptera gymnogaster | Selusur Maninjau |
| Latimeria chalumnae | Ikan raja laut |
| Notopterus spp. | Belida Jawa, Lopis Jawa |
| Pritis spp. | Pari Sentani, Hiu Sentani |
| Puntius microps | Wader goa |
| Scleropages formasus | Peyang malaya, Tangkelasa |
| Scleropages jardini | Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso |
sumber referensi: PP No. 7 tahun 1999
Serangga Yang Dilindungi Di Indonesia
Banyaknya perburuan hewan dan
perdagangan yang terjadi hampir tiap hari, menyebabkan berkurangnya
jumlah hewan yang berada dihabitatnya. Ada sebagian jenis hewan yang
bahkan hampir punah bahkan ada yang sudah punah. Untuk itu dengan
adanya PP No. 7 tahun 1999 diharapkan bisa menghentikan tindakan yang
kurang bertanggung jawab tersebut, bahkan kalau bisa sampai meniadakan
tindakan yang memburu hewan dan memperdagangkan hewan yang hampir punah
tersebut.
Daftar dibawah ini merupakan hewan Serangga yang dinyatakan dilindungi di indonesia:
| Nama Ilmiah | Nama Lain |
| Cethosia myrina | Kupu bidadari |
| Ornithoptera chimaera | Kupu sayap burung peri |
| Ornithoptera goliath | Kupu sayap burung goliat |
| Ornithoptera paradisea | Kupu sayap burung surga |
| Ornithoptera priamus | Kupu sayap priamus |
| Ornithoptera rotschldi | Kupu burung rotsil |
| Ornithoptera tithonus | Kupu burung titon |
| Trogonotera brookiana | Kupu trogon |
| Troides amphrysus | Kupu raja |
| Troides andromanche | Kupu raja |
| Troides criton | Kupu raja |
| Troides haliphron | Kupu raja |
| Troides helena | Kupu raja |
| Troides hypolitus | Kupu raja |
| Troides meoris | Kupu raja |
| Troides miranda | Kupu raja |
| Troides plato | Kupu raja |
| Troides rhadamantus | Kupu raja |
| Troides riedeli | Kupu raja |
| Troides vandepolli | Kupu raja |
sumber referensi: PP No. 7 tahun 1999
Burung Yang Dilindungi Di Indonesia
Banyaknya perburuan hewan dan
perdagangan yang terjadi hampir tiap hari, menyebabkan berkurangnya
jumlah hewan yang berada dihabitatnya. Ada sebagian jenis hewan yang
bahkan hampir punah bahkan ada yang sudah punah. Untuk itu dengan
adanya PP No. 7 tahun 1999 diharapkan bisa menghentikan tindakan yang
kurang bertanggung jawab tersebut, bahkan kalau bisa sampai meniadakan
tindakan yang memburu hewan dan memperdagangkan hewan yang hampir punah
tersebut.
Daftar dibawah ini merupakan hewan Burung yang dinyatakan dilindungi di indonesia:
Nama Ilmiah
|
Nama Lain
|
| Accipitridae | Burung alap-alap, Elang |
| Aethopyga exima | Jantingan gunung |
| Aethopyga duyvenbodei | Burung madu Sangihe |
| Alcedinidae | Burung udang, Raja udang |
| Alcippe pyrrhoptera | Brencet wergan |
| Anhinga melanogaster | Pecuk ular |
| Aramidopsis plateni | Mandar Sulawesi |
| Argusianus argus | Kuau |
| Bubulcus ibis | Kuntul, Bangau putih |
| Bucerotidae | Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng |
| Cacatua galerita | Kakatua putih besar jambul kuning |
| Cacatua goffini | Kakatua gofin |
| Cacatua moluccensis | Kakatua Seram |
| Cacatua sulphurea | Kakatua kecil jambul kuning |
| Cairina scutulata | Itik liar |
| Caloenas nicobarica | Junai, Burung mas, Minata |
| Casuarius bennetti | Kasuari kecil |
| Casuarius casuarius | Kasuari |
| Casuarius unappenddiculatus | Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning |
| Ciconia episcopus | Bangau hitam, Sandanglawe |
| Colluricincla megarhyncha | Burung sohabe coklat |
| Crocias albonotatus | Burung matahari |
| Ducula whartoni | Pergam raja |
| Egretta sacra | Kuntul karang |
| Egretta spp. | Kuntul, Bangau putih |
| Elanus caerulleus | Alap-alap putih, Alap-alap tikus |
| Elanus hypoleucus | Alap-alap putih, Alap-alap tikus |
| Eos histrio | Nuri Sangir |
| Esacus magnirostris | Wili-wili, Uar, Bebek laut |
| Eutrichomyias rowleyi | Seriwang Sangihe |
| Falconidae | Burung alap-alap, Elang |
| Fregeta andrewsi | Burung gunting, Bintayung |
| Garrulax rufifrons | Burung kuda |
| Goura spp. | Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk |
| Gracula religiosa mertensi | Beo Flores |
| Gracula religiosa robusta | Beo Nias |
| Gracula religiosa venerata | Beo Sumbawa |
| Grus spp. | Jenjang |
| Himantopus himantopus | Trulek lidi, Lilimo |
| Ibis cinereus | Bluwok, Walangkadak |
| Ibis leucocephala | Bluwok berwarna |
| Lorius roratus | Bayan |
| Leptoptilos javanicus | Marabu, Bangau tongtong |
| Leucopsar rothschildi | Jalak Bali |
| Limnodromus semipalmatus | Blekek Asia |
| Lophozosterops javanica | Burung kacamata leher abu-abu |
| Lophura bulweri | Beleang ekor putih |
| Loriculus catamene | Serindit Sangihe |
| Loriculus exilis | Serindit Sulawesi |
| Lorius domicellus | Nori merah kepala hitam |
| Macrocephalon maleo | Burung maleo |
| Megalaima armillaris | Cangcarang |
| Megalaima corvina | Haruku, Ketuk-ketuk |
| Megalaima javensis | Tulung tumpuk, Bultok Jawa |
| Megapoddidae | Maleo, Burung gosong |
| Megapodius reintwardtii | Burung gosong |
| Meliphagidae | Burung sesap, Pengisap madu |
| Musciscapa ruecki | Burung kipas biru |
| Mycteria cinerea | Bangau putih susu, Bluwok |
| Nectariniidae | Burung madu, Jantingan, Klaces |
| Numenius spp. | Gagajahan |
| Nycticorax caledonicus | Kowak merah |
| Otus migicus beccarii | Burung hantu Biak |
| Pandionidae | Burung alap-alap, Elang |
| Paradiseidae | Burung cendrawasih |
| Pavo muticus | Burung merak |
| Pelecanidae | Gangsa laut |
| Pittidae | Burung paok, Burung cacing |
| Plegadis falcinellus | Ibis hitam, Roko-roko |
| Polyplectron malacense | Merak kerdil |
| Probosciger aterrimus | Kakatua raja, Kakatua hitam |
| Psaltria exilis | Glatik kecil, Glatik gunung |
| Pseudibis davisoni | Ibis hitam punggung putih |
| Psittrichas fulgidus | Kasturi raja, Betet besar |
| Ptilonorhynchidae | Burung namdur, Burung dewata |
| Rhipidura euryura | Burung kipas perut putih, Kipas gunung |
| Rhipidura javanica | Burung kipas |
| Rhipidura phoenicura | Burung kipas ekor merah |
| Satchyris grammiceps | Burung tepus dada putih |
| Satchyris melanothorax | Burung tepus pipi perak |
| Sterna zimmermanni | Dara laut berjambul |
| Sternidae | Burung dara laut |
| Sturnus melanopterus | Jalak putih, Kaleng putih |
| Sula abbotti | Gangsa batu aboti |
| Sula dactylatra | Gangsa batu muka biru |
| Sula leucogaster | Gangsa batu |
| Sula sula | Gangsa batu kaki merah |
| Tanygnathus sumatranus | Nuri Sulawesi |
| Threskiornis aethiopicus | Ibis putih, Platuk besi |
| Trichoglossus ornatus | Kasturi Sulawesi |
| Tringa guttifer | Trinil tutul |
| Trogonidae | Kasumba, Suruku, Burung luntur |
| Vanellus macropterus | Trulek ekor putih |
sumber referensi: PP No. 7 tahun 1999
Hewan Mamalia yang Dilindungi di Indonesia
Banyaknya perburuan hewan dan
perdagangan yang terjadi hampir tiap hari, menyebabkan berkurangnya
jumlah hewan yang berada dihabitatnya. Ada sebagian jenis hewan yang
bahkan hampir punah bahkan ada yang sudah punah. Untuk itu dengan
adanya PP No. 7 tahun 1999 diharapkan bisa menghentikan tindakan yang
kurang bertanggung jawab tersebut, bahkan kalau bisa sampai meniadakan
tindakan yang memburu hewan dan memperdagangkan hewan yang hampir punah
tersebut.
Daftar dibawah ini merupakan hewan mamalia yang dinyatakan dilindungi di indonesia:
| Nama Ilmiah | Nama Lain |
| Anoa depressicornis | Anoa dataran rendah, Kerbau pendek |
| Anoa quarlesi | Anoa pegunungan |
| Arctictis binturong | Binturung |
| Arctonyx collaris | Pulusan |
| Babyrousa babyrussa | Babirusa |
| Balaenoptera musculus | Paus biru |
| Balaenoptera physalus | Paus bersirip |
| Bos sondaicus | Banteng |
| Capricornis sumatrensis | Kambing Sumatera |
| Cervus kuhli; Axis kuhli | Rusa Bawean |
| Cervus spp. | Menjangan, Rusa sambar |
| Cetacea | Paus (semua jenis dari famili Cetacea) |
| Cuon alpinus | Ajag |
| Cynocephalus variegatus | Kubung, Tando, Walangkekes |
| Cynogale bennetti | Musang air |
| Cynopithecus niger | Monyet hitam Sulawesi |
| Dendrolagus spp. | Kanguru pohon |
| Dicerorhinus sumatrensis | Badak Sumatera |
| Dolphinidae | Lumba-lumba air laut |
| Dugong dugon | Duyung |
| Elephas indicus | Gajah |
| Felis badia | Kucing merah |
| Felis bengalensis | Kucing hutan, Meong congkok |
| Felis marmorota | Kuwuk |
| Felis planiceps | Kucing dampak |
| Felis temmincki | Kucing emas |
| Felis viverrinus | Kucing bakau |
| Helarctos malayanus | Beruang madu |
| Hylobatidae | Owa, Kera tak berbuntut |
| Hystrix brachyura | Landak |
| Iomys horsfieldi | Bajing terbang ekor merah |
| Lariscus hosei | Bajing tanah bergaris |
| Lariscus insignis | Bajing tanah, Tupai tanah |
| Lutra lutra | Lutra |
| Lutra sumatrana | Lutra Sumatera |
| Macaca brunnescens | Monyet Sulawesi |
| Macaca maura | Monyet Sulawesi |
| Macaca pagensis | Bokoi, Beruk Mentawai |
| Macaca tonkeana | Monyet jambul |
| Macrogalidea musschenbroeki | Musang Sulawesi |
| Manis javanica | Trenggiling, Peusing |
| Megaptera novaeangliae | Paus bongkok |
| Muntiacus muntjak | Kidang, Muncak |
| Mydaus javanensis | Sigung |
| Nasalis larvatus | Kahau, Bekantan |
| Neofelis nebulusa | Harimau dahan |
| Nesolagus netscheri | Kelinci Sumatera |
| Nycticebus coucang | Malu-malu |
| Orcaella brevirostris | Lumba-lumba air tawar, Pesut |
| Panthera pardus | Macan kumbang, Macan tutul |
| Panthera tigris sondaica | Harimau Jawa |
| Panthera tigris sumatrae | Harimau Sumatera |
| Petaurista elegans | Cukbo, Bajing terbang |
| Phalanger spp. | Kuskus |
| Pongo pygmaeus | Orang utan, Mawas |
| Presbitys frontata | Lutung dahi putih |
| Presbitys rubicunda | Lutung merah, Kelasi |
| Presbitys aygula | Surili |
| Presbitys potenziani | Joja, Lutung Mentawai |
| Presbitys thomasi | Rungka |
| Prionodon linsang | Musang congkok |
| Prochidna bruijni | Landak Irian, Landak semut |
| Ratufa bicolor | Jelarang |
| Rhinoceros sondaicus | Badak Jawa |
| Simias concolor | Simpei Mentawai |
| Tapirus indicus | Tapir, Cipan, Tenuk |
| Tarsius spp. | Binatang hantu, Singapuar |
| Thylogale spp. | Kanguru tanah |
| Tragulus spp. | Kancil, Pelanduk, Napu |
| Ziphiidae | Lumba-lumba air laut |
sumber referensi: PP No. 7 tahun 1999
Orang Utan Indonesia

Orang utan adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat, yang hidup di hutan Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Orang utan mencakup dua sub-spesies, yaitu orang utan sumatera (Pongo abelii) dan orang utan kalimantan (borneo) (Pongo pygmaeus). Orang utan sendiri merupakan hewan yang dikategorikan dalam hewan mamalia.
Ciri-ciri:
- Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor.
- Orangutan memiliki tinggi sekitar 1.25-1.5 meter.
- Tubuh orangutan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka mempunyai kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi.
- Saat mencapai tingkat kematangan seksual, orangutan jantan memiliki pelipis yang gemuk pada kedua sisi, ubun-ubun yang besar, rambut menjadi panjang dan tumbuh janggut disekitar wajah.
- Mereka mempunyai indera yang sama seperti manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba.
- Berat orangutan jantan sekitar 50-90 kg, sedangkan orangutan betina beratnya sekitar 30-50 kg.
- Telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari.
- Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia.
- Orangutan masih termasuk dalam spesies kera besar seperti gorila dan simpanse.
Tentang Orang Utan:
- Habitat orang utan berada diketinggian 500-1500 meter dari permukaan laut.
- Makanan Orang Utan yaitu beberapa bagian dalam pohon (daun, kulit, akar, buah), Serangga, madu, jamur. karena itu orang utan bisa dikategorikan sebagai hewan Omnivora atau pemakan segala.
- Orangutan saat ini hanya terdapat di Sumatra dan Kalimantan, di wilayah Asia Tenggara. Di Borneo, populasi orangutan diperkirakan sekitar 55.000 individu. Di Sumatra, jumlahnya diperkirakan sekitar 200 individu.
- Ancaman yang dihadapi orang utan dalam kelangsungan hidupnya yaitu kerusakan habitat karena pembukaan lahan untuk kelapa sawit, pertanian, industri dll. Ancaman lainnya yaitu perburuan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk diperjual belikan secara ilegal.
- Orang utan merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi karena populasinya yang hampir punah.
17 Oktober 2009
Daftar Reptil yang dilindungi di Indonesia
Banyaknya perburuan hewan dan perdagangan yang terjadi hampir tiap hari, menyebabkan berkurangnya jumlah hewan yang berada dihabitatnya. Ada sebagian jenis hewan yang bahkan hampir punah bahkan ada yang sudah punah. Untuk itu dengan adanya PP No. 7 tahun 1999 diharapkan bisa menghentikan tindakan yang kurang bertanggung jawab tersebut, bahkan kalau bisa sampai meniadakan tindakan yang memburu hewan dan memperdagangkan hewan yang hampir punah tersebut.
Daftar dibawah ini merupakan hewan reptil yang dinyatakan dilindungi di indonesia:
Nama Ilmiah
|
Nama Lain
|
| Batagur baska | Tuntong |
| Caretta caretta | Penyu tempayan |
| Carettochelys insculpta | Kura-kura Irian |
| Chelodina novaeguineae | Kura Irian leher panjang |
| Chelonia mydas | Penyu hijau |
| Chitra indica | Labi-labi besar |
| Dermochelys coriacea | Penyu belimbing |
| Elseya novaeguineae | Kura Irian leher pendek |
| Eretmochelys imbricata | Penyu sisik |
| Gonychephalus dilophus | Bunglon sisir |
| Hydrasaurus amboinensis | Biawak Ambon, Biawak pohon |
| Lepidochelys olivacea | Penyu ridel |
| Natator depressa | Penyu pipih |
| Orlitia borneensis | Kura-kura gading |
| Python molurus | Sanca bodo |
| Phyton timorensis | Sanca Timor |
| Tiliqua gigas | Kadal Panan |
| Tomistoma schlegelii | Senyulong, Buaya sapit |
| Varanus borneensis | Biawak Kalimantan |
| Varanus gouldi | Biawak coklat |
| Varanus indicus | Biawak Maluku |
| Varanus komodoensis | Biawak komodo, Ora |
| Varanus nebulosus | Biawak abu-abu |
| Varanus prasinus | Biawak hijau |
| Varanus timorensis | Biawak Timor |
| Varanus togianus | Biawak Togian |
sumber referensi: PP No. 7 tahun 1999
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


