Tampilkan postingan dengan label poikiloterm. Tampilkan semua postingan

09 Juni 2015

Katak dan Kodok

     Secara umum mungkin terjadi salah kaprah antara katak dan kodok. Ada yang menganggap bahwa katak dan kodok itu sama. Sebetulnya katak dan kodok itu berbeda, walaupun memang banyak kesamaan.

Persamaan Katak dan Kodok :
  • Hewan Amfibi dalam Ordo  Anura
  • Berkaki empat (tetrapoda)
  • Berdarah dingin (poikiloterm)
Perbedaan Katak dan Kodok:
  • Kulit; Umumnya katak memiliki kulit halus, lembab, dan berlendir, sedangkan kodok atau bangkong memiliki kulit kasar, berbintil-bintil, dan kering.
  • Bentuk kaki belakang; Umumnya kaki belakang katak kuat, panjang, dan berseput yang diadaptasikan untuk melompat, memanjat, dan berenang. Sedangkan kaki belakang kodok pendek karena lebih disesuaikan untuk berjalan sehingga kurang pandai melompat.
  • Bentuk tubuh; Umumnya katak memiliki bentuk tubuh yang ramping. Sedangkan kodok memiliki tubuh yang gemuk dan pendek.
  • Kemampuan melompat; Umumnya katak mampu melompat hingga jauh bahkan jenis-jenis katak pohon mampu melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Sedangkan kodok umumnya kurang pandai melompat.
     Perkembangbiakan/Reproduksi Katak dan Kodok diawalinya dengan bertelur yang kebanyakan ditaruh didalam air (walaupun ada beberapa spesies katak dan kodok yang bertelur didarat misal daun "katak bertaring dari sulawesi. Setelah setelah beberapa waktu akan berubah menjadi kecebong. Dan setelah itu jadilah katak dan kodok dewasa.
Gambar: Katak bertaring dari Sulawesi
     Habitat Katak dan Kodok berada hutan rimba, padang pasir, tepi-tepi sungai dan rawa, perkebunan dan sawah, hingga ke lingkungan pemukiman manusia.

Pengantar Hewan Amfibi

     Amfibi adalah kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata), berdarah dingin (poikiloterm), dan berkaki empat (tetrapoda). Amfibi sendiri merupakan istilah dari hewan yang dapat hidup  di dua dunia yaitu air dan darat. Mereka merupakan jenis spesies yang masuk dalam filum Chordata.
Gambar: Dendrobates pumilio (Ordo Anura)
    Umumnya seekor amfibi bertelur dan menempatkan telurnya di dalam air atau di tempat yang memiliki tingkat kelembapan yang tinggi. Setelah menetas dan menjadi larva amfibi hidup di air atau tempat basah dan bernafas dengan menggunakan insang. Setelah beberapa waktu, berudu mengalami metamorfosis menjadi hewan dewasa yang hidup di daratan dan bernafas menggunakan paru-paru
Amfibi sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa Sub-kelas dan Ordo yaitu:
  • Sub-kelas Labyrinthodontia (punah)
    • Ordo Temnospondyli (punah)
  • Sub-kelas Lepospondyli (punah)
  • Sub-kelas Lissamphibia
    • Order Anura (Katak dan kodok)
    • Order Caudata (Salamander)
    • Order Gymnophiona (Sesilia)
    • Order Allocaudata (punah)
 Adapun ciri-ciri umum ampibi antara lain:
  1. Penutup tubuhnya berupa kulit yang berlendir
  2. Hewan berdarah dingin
  3. Amfibi mengalami metamorfosis sempurna.
  4. Kaki amfibi memiliki selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya.
  5. Jantung amfibi terdiri atas tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik.
  6. Alat pernafasan amfibi setelah dan sebelum bermetamorfosis berbeda. Saat masih larva, alat pernapasannya berupa insang. Setelah dewasa bernafas dengan menggunakan paru-paru dan kulit. Kulit dan hidung amfibi mempunyai katup yang berfungsi mencegah air tersedot masuk ke dalam tubuh ketika menyelam.
  7. Mata amfibi memiliki selaput tambahan yang disebut membrana niktitans. Selaput ini berguna saat menyelam.
  8. Amfibi berkembang biak dengan bertelur dan pembuahan eksternal, yaitu betina melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya.